Minggu, 04 Maret 2018

Mahasiswa dan peradaban : Al-Ikhwan Presen



Mahasiswa dan Peradaban 

 Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Zaman yang kini telah berubah dan sering dikatakan sebagai zaman NOW, zaman yang semua serbah modern. zaman dimana banyaknya fitnah tersebar dimana-mana  yang menimpa berbagai kalangan masyarakat di seluruh dunia, yang di akibatkan oleh makin berkembangnya tenologi dan penyebaran informasi yang semakin cepat dan di tambah dengan kurangya pemahaman dari masyarakat yang ada. 

Begitu juga dengan mahasiswa yang bertugas sebagai sebuah generasi penerus dari sebuah tongkat ekstafet peradaban, tongkat ekstafer yang dimana banyak kunci-kunci sebuah penyelesaian untuk menciptakan sebuah peradaban yang modern tapi beradab. mahasiswa tidak hanya sebgai bagian dari tongkat ekstafet peradaban dan fungsinya sebagai seorang akademisi tetapi juga sebagai ruang lingkup untuk memulai menciptakan sebuah peradaban yang beradab. 

Sering di katakan bahwa mahasiswa mempunyai peran sebgai berikut :

Peran mahasiswa sebagai Agent of Change :

Sebagai agen perubahan, mahasiswa bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negeri lalu dengan gagahnya mengusir penjahat-penjahat dan dengan gagah pula sang pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat. Dalam artian kita tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan tersebut. Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan besar dan membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas.

Sadar atau tidak, telah banyak pembodohan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh pemimpin bangsa ini. Kita sebagai mahasiswa seharusnya berpikir untuk mengembalikan dan mengubah semua ini. Perubahan yang dimaksud tentu perubahan kearah yang positif dan tidak menghilangkan jati diri kita sebagai mahasiswa dan Bangsa Indonesia. Namun untuk mengubah sebuah negara, hal utama yang harus dirubah terlebih dahulu adalah diri sendiri.

Peran mahasiswa sebagai Social Control :

Hari ini semakin banyaknya perubahan yang telah terjadi baik dari kalangan kecil hingga bagaian yang seharusnya menjadi pengatur dalam sebuah kenegaraan yang mulai menampakan bahwan keputusan yang diambil merupakan kepentingan dari sebagian golongan saja bukan lagi untuk kepentingan kesejah teraan umum masyarakat. apalagi dalam segi menata sebuah etika atau adab atau Akhlak yang katanya menjadikan Pancasila sebagai ideologi atau sebuah sumber dan rujukan dalam bernegara yang jelas sila pertama menyatakan bahwa "Ketuhanan yang maha esa"  yang berarti untuk setiap manusia yang beragama maka jelas menjadikan akhlak dalam sebuah perilaku adalah bagain yang paling penting terutama umat muslim. namun kebijakan yang ada justru jauh dari apa yang digambarkan oleh sila pertama tersebut.
 

Peran mahasiswa sebagai social control terjadi ketika ada hal yang tidak beres atau ganjil dalam masyrakat. Mahasiswa sudah selayaknya memberontak terhadap kebusukan-kebusukan dalam birokrasi yang selama ini dianggap lasim. Lalu jika mahasiswa acuh dan tidak peduli dengan lingkungan, maka harapan seperti apa yang pantas disematkan pada pundak mahasiswa?

Kita sebagai mahasiswa seharusnya menumbuhkan jiwa kepedulian social yang peduli terhadap masyrakat karena kita adalah bagian dari mereka. Kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan dengan demo atau turun kejalan saja. Melainkan dari pemikiran-pemikiran cemerlang mahasiswa, diskusi-diskusi, atau memberikan bantuan moril dan materil kepada masyarakat dan bangsa kita.

Peran mahasiswa sebagai Iron Stock :

Mahasiswa telah berubah dan tak faham fungsinya sebagai mahasiswa yakni menjadi sebuah stock peradaban yang nantinya ketika sudah mempunyai bekal yang kiranya mampu di aplikasikan maka disinalah fungsinya menjadi sebuah persedian peradaban yang mampu mengubah dan mengantikan orang-orang yang tak mempunyai akhlak dan pedoman dlam sebuah agama digantikan. 

karena sejarah ini mencatat para pemuda lah yang menjadi tonggak perubahan baik era perjuangan, orde lama serta orde baru, yang kesemuanya terdapat peran pemuda yakni mahasiswa.

lalu jika ada yang bertanya mengapa kok masih gini-gini aja ya indonesia? ya karena proses membentuk suatu peradaban yang berakhlak sesuai maka jangan menjadikan pemuda yang hanya mempunyai keinginan untuk sebalau tampil mebagakan diri tapi yang seharusnya tampail dengan sebuah kasrya yang bermanfaat untuk rakyat. 

Bukan tak mungkin lagi ketika mahasiswa sebagai sebuah garda terdepan untuk membentuk suatu peradaban ketiaka sudah memahami seluruh perannya untuk masyakat. maka memahami peran mahasiswa sebagai agen of Cange, agen of social control and agen of iron stock penting adanya..

Hidup Mahasiswa...! karena perubahan dimulai dari hal yang sederhana menjadi mendunia.. jayalah Rakyat Indonesia...!!